Breaking News

Menu
Previous
Next

Headline

Daerah

Nasional

Pendidikan

Politik

Kriminal

Olah Raga

Recent Posts

Wabup Wajo Hadiri HUT Provinsi Sulsel yang ke 350 di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Sulsel

Minggu, 20 Oktober 2019 / No Comments

WAJO, Deteksiplus.com -- Wakil Bupati Wajo H.Amran, SE Hadiri HUT Provinsi Sulsel yang ke 350 di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Selatan hari ini Sabtu 19 Oktober 2019.
Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Gubernur Sulsel, Prof. H. M. Nurdin Abdullah memaparkan program prioritas unggulan yang akan dijalankan dirinya bersama Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman selama empat tahun kedepan.

Menurut mantan Sekjen Apkasi Indonesia, hari jadi ini merujuk kilas balik, bagi seluruh untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan lima program prioritas unggulan Pemprov Sulsel dengan Visi dan Misi "Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter,".

Adapun lima program prioritas unggulan Pemprov Sulsel yakni, Sulsel melayani, Sulsel sehat cerdas, Sulsel terkoneksi, Sulsel mandiri sejahtera dan Sulsel berkarakter.

1. Sulsel Bersih Melayani

Sulsel bersih melayani, kami hadirkan dengan berbagai program untuk reformasi birokrasi dan kemudahan pelayanan, seperti program kenaikan pangkat dan pensiun otomatis bagi ASN Pemprov Sulawesi Selatan. Kami juga sudah meluncurkan program Baruga Sulawesi Selatan dan Smart Office, sehingga setiap surat dan dokumen dapat dikerjakan lebih cepat.

2. Sulsel Sehat Cerdas

Sulsel sehat cerdas, kami berkomitmen mewujudkan pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan bentuk pembangunan Rumah Sakit Regional bertaraf Internasional  seperti RS. Dr.Hasri Ainun Habibie dan pengadaaan Ambulance Laut.

3. Sulsel Terkoneksi

Sulsel Terkoneksi dalam artian pembukaan Akses jalan untuk daerah-daerah yang terisolir seperti pembangunan jalan dari sabbang menuju seko di Kab. Luwu Utara  dan Pembangunan di Bandara Buntu Kunik di Tanah Toraja serta sarana pendukung parawisata di Bulukumba.

4. Sulsel Mandiri Sejahtera

Sulsel Mandiri sejahtera di mana eksport Sulsel dapat dilakukan secara langsung atau directcall serta memberikan bantuan keuangan daerah kepada 15 daerah sesuai  kebutuhan masing-masing dan juga memberikan kemudahan kenaikan pangkat  secara otomatis bagi ASN dalam lingkup Pemprov Sulsel.

5. Sulsel Berkarakter

Sulsel berkarakter menjunjung tinggi prinsip leluhur kita yaitu sipakaige, sipakatau, sipakalebbi. Dimana dalam menjalankan roda pemerintahannya tetap memegang teguh ketiga prinsip tersebut dengan tulus dan ikhlas demi masyarakat sulsel yang lebih sejahtera dan bermartabat. 

"Kita semua berharap perayaaan hari jadi provinsi Sulsel mengusung  tema optimalisasi inovasi ASN untuk Sulsel melayani," ungkap Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya, Sabtu 19 Oktober 2019.

"Perkenankan saya atas nama Pemprov Sulsel menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua dan Wakil Ketua beserta Anggota DPRD se Provinsi Sulawesi Selatan, para Walikota/Bupati se Sulawesi Selatan, para anggota FORKOPIMDA serta seluruh Lapisan masyarakat atas kerja kerasnya selama ini dalam memajukan Provinsi Sulawesi Selatan yang kita cintai," ungkapnya.

"Terima kasih saya sampaikan pula kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang selama ini telah menjalin komunikasi dan kemitraan yang harmonis dalam menciptakan stabilitas politik dan keamanan di Provinsi Sulawesi Selatan," Gubernur Provinsi Sulsel menambahkan.

Diucapkan juga rasa terima kasih kepada jajaran TNI dan POLRI yang tak henti-hentinya menjaga kondisi dan stabilitas provinsi ini sehingga tercipta situasi yang kondusif guna menunjang pelaksanaan pembangunan, jelas alumni Universitas Jepang ini.

Di akhir acara Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE mengapresiasi Program Kerja nyata Gubernur Sulawesi Selatan yang sangat realistis dan bersinergi dengan program kerja nyata kita di Wajo, jelasnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Wajo ini juga mengucapkan selamat dan Sukses HUT Provinsi Sulawesi Selatan yang ke 350 semoga semakin jaya.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : M.Rusdi, DM.

Pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Dan Kecamatan se Kabupaten Wajo

Sabtu, 19 Oktober 2019 / No Comments

WAJO, Deteksiplus.com -- Sehubungan dengan pelaksanaan pelantikan pengurus PMI Kabupaten Wajo dan pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Wajo periode 2019-2024 yang dirangkaikan dengan orientasi kepengurusan dan kepalangmerahan peserta musyawarah kerja PMI Kabupaten Wajo.
Dimana acara pelantikan ini dilaksanakan di ruang pola Kantor Bupati Wajo, Sabtu 19 Oktober 2019 dengan menghadirkan pengurus PMI Kabupaten Wajo, pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Wajo dan sukarelawan PMI serta undangan.

Acara ini sendiri akan dihadiri oleh ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Sekaligus merupakan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, S.H., M.H. yang sekaligus melantik pengurus PMI Kabupaten Wajo serta pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Wajo periode 2019-2024

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dia ingin mengajak kepada semua undangan yang hadir dengan iringan doa membacakan surat Al-fatihah kepada almarhum Bapak Ichsan Yasin Limpo dalam hal ini dipandu langsung olehnya.

"Pada kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi yang telah diamanahkan kepada kami untuk menahkodai PMI Kabupaten Wajo, demi kemaslahatan kemanusiaan yang tentunya kita mulai dari niat kita untuk bersama untuk mengembangkan amanah, agar kita bisa betul-betul laksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita,"ungkap Bupati Wajo.

Dan disampaikan juga bahwa peristiwa banjir yang hampir setiap tahunnya melanda Kabupaten Wajo yang merupakan banjir kiriman belum lagi bencana bencana lainnya

"Kita berkomitmen, yang kita Iqrakan tadi utamanya 7 prinsip dasar dalam dasar pelaksanaan tugas kita yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kemitraan dan terakhir kesemestaan," jelas Dr. H. Amran Mahmud.

Dikatakan kalau Itulah 7 prinsip dasar Palang Merah yang harus terpatri dalam Sanubari untuk melakukan gerakan gerakan sosial dan kemanusiaan agar membantu saudara saudara kita, organisasi ini adalah organisasi yang besar, bahkan strukturnya sampai ke struktur internasional.

"Ini tentu menjadi amanah yang harus dilakukan sekaligus bentuk kebanggaan kita, karena telah diberi kesempatan dan tanggung jawab yang harus kita laksanakan untuk mengabdi serta membantu bencana bencana alam yang ada di wilayah kita," ucap Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau pengurus yang lama juga akan tetap menjadi Sporting dan semangat atau spirit baginya, senior serta saudara yang masih berkenan dan bersama Sehingga dalam kesempatan baik ini dia mengucapkan Jazakumullah Khairan katsiran kepada pengurus yang lama untuk membangun kolaborasi berbagai kegiatan di masa yang akan mendatang.

"Sebagai Ketua PMI Saya berharap di masa bakti 2019-2024 kita akan mampu meningkatkan eksistensi di mata masyarakat Wajo dan secara nasional bahkan skala internasional, kami mengajak kepada seluruh stakeholder utamanya OPD untuk ikut berperan aktif bersama dengan PMI dalam membangun Leading sektor yang ada untuk bisa kolaborasi dengan berbagai kegiatan kegiatan edukasi kepada masyarakat. Agar bukan hanya melakukan kegiatan-kegiatan darurat tetapi antisipasi Dini dari berbagai bencana agar betul-betul bisa berjalan dengan baik," kata Dr. H. Amran Mahmud di akhir sambutannya.

Selanjutnya sambutan dari Adnan Purichta Ichsan, S.H., M.H.yang merupakan ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan yang menyampaikan kebanggannya bahwa Bupati Wajo bersedia menjadi ketua PMI Kabupaten Wajo, karena tugas tersebut harus dilandasi keikhlasan.

"Kami hadir dalam acara pelantikan PMI Kabupaten Wajo ini bukan hanya merupakan organisasi tetapi tetapi merupakan hal yang mengurusi kemanusiaan mengurusi bencana bencana yang ada di wilayah kita dan juga akan menolong sesama kita," jelas Bupati Gowa.

"Oleh karena itu hari ini saya Patut berbangga karena ini merupakan kegiatan kemanusiaan dan ini akan menjadi tonggak keberhasilan PMI di Sulawesi Selatan dengan menjadikan Bupati Wajo sebagai ketua PMI di Kabupaten Wajo dan kami menjadi ketua PMI di Provinsi Sulawesi Selatan dan tentunya kita akan perlukan kerjasama antara PMI Kabupaten Wajo dan PMI Provinsi Sulawesi Selatan," ungkapnya

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Ini Arahan Bupati Wajo Saat Hadiri Acara Bincang Kepemudaan

/ No Comments

YOGYAKARTA, Deteksiplus.com -- Acara Bincang Kepemudaan dengan mengangkat tema Peran Organisasi Daerah terhadap Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo yang berlangsung di Asrama Putri Kepmawa Yogyakarta, Kamis 17 Oktober 2019.
Sambutan dari ketua panitia Kepmawa Yogyakarta dalam acara ini menyampaikan bahwa mereka adalah mahasiswa perantau yang berkuliah di Yogyakarta.

"Kami sebagai pengurus Kepmawa mengambil waktu dari Pemerintah Daerah untuk berkumpul, yang mana telah mendapatkan respon yang baik, juga selalu memberikan ruang bagi kami, mau mendengarkan aspirasi kami serta usulan-usulan kami, bahagia rasanya pelajar mahasiswa Wajo di Yogyakarta, mahasiswa yang menuntut ilmu di Jogja atas kedatangan Bapak Bupati Ayahanda Dr. H. Amran Mahmud beserta jajarannya bersyukur atas waktu dan kesempatan yang diberikan sehingga malam ini sempat melakukan tudang sipulung," ungkap Anugrah Mahmud.

Acara diskusi kemudian dipandu oleh Anugerah Mahmud yang selanjutnya memberikan kesempatan kepada pembicara pertama dari alumni Kepmama Yogyakarta juga yaitu Suryadi laoddang yang juga dikenal sebagai Dosen jualan, yang intinya bagaimana cara berbisnis di era zaman sekarang ini.

"Semangat berinteraksi dengan adik-adik Kepmawa sejak tahun 2000, dan Bagaimana peran kita sebagai Pemuda, anak-anak putra putri Wajo dan kami termasuk orang yang berhutang budi kepada Kabupaten Wajo, Apapun alasannya sejak kami lahir dan dibesarkan di Sengkang di daerah Lapongkoda di Jalan Jati kemudian tahun 1997 kami tinggalkan kampung halaman menuju Yogyakarta," ungkap Suryadi Laoddang.

Dan dikatakan bahwa sangat sederhana sekali ketika kita ingin memperbaiki Wajo, salah satu caranya adalah membantu Wajo ini, kalau bukan melalui sumber daya manusia maka itu adalah PAD, kalau SDM dengan adanya adik-adik semua di sini adalah generasi generasi yang berkualitas nantinya minimal secara fisik.

"Terkait sumber daya alam, maka saya berharap ke Pak Bupati, mungkin bisa nantinya disampaikan mungkin sudah waktunya digitalisasi informasi objek objek wisata Kabupaten Wajo diangkat sesegera mungkin lewat Facebook, Instagram lewat YouTube dan jadikan anak-anak ini sebagai Boosternya," kata Suryadi Laoddang.

"Saya yakin kalau Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo mengupload cerita-cerita tentang Bujung Paranie misalnya, cerita tentang Tosora misalnya,  yang ternyata Islam itu pertama kali masuknya Di Wajo bukan di Daerah Jawa, dan beberapa hal yang dijelaskan," tambah Suryadi Laoddang.

Selanjutnya sebagai pembicara kedua dalam acara ini yaitu dari Prof. Dr. Ali Agus yang merupakan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada yang menyampaikan bahwa dia sudah beberapa kali datang ke Wajo sejak Dr. H. Amran Mahmud diangkat menjadi Bupati.

"Saya mau flashback sejarah masa silam, memperlihatkan gambaran dan berikan juga terkait dengan peradaban, silih bergantinya orang atau yang biasa disebut regenerasi, pengganti dari yang muda menjadi tua dan tua kemudian digantikan oleh yang muda lagi dan seperti ini terus terjadi," kata Prof. Dr. Ali Agus.

"Kalau kita tidak pandai dan tidak cermat, kita akan menjadi orang yang ada di pinggiran dan hanya jadi penonton, kalau jadi penonton itu biasanya hanya bisa tepuk tangan dan kalau jagoannya kalah paling banyak bisa ngomel-ngomel karena hanya sebagai penonton saja," tambahnya.

Dikatakan kalau Negara Korea merdeka hampir sama waktunya dengan Indonesia, Korea ini belajar filosofi Indonesia yaitu Gotong Royong, spirit mereka sangat kuat dan lihatlah produk-produk yang dipakai rata-rata merk Korea demikian juga teknologi dan kemajuan mereka.

Dikatakan juga kalau kemajuan daripada suatu bangsa termasuk di Wajo sebenarnya tergantung kepada orangnya atau sumber daya manusianya, bukan sumber daya alamnya.

Diceritakan pengalamannya ketika dia berkunjung ke Israel. Dan diceritakan kallau seekor sapi besar disana bisa memproduksi susu segar 60 liter perhari, karena mereka memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusianya, padahal suhu disana 40 derajat celcius, juga mereka mengambil makanan ternak mereka dari Indonesia yaitu pakai bonggol sawit.

"Jadi harus ambil pengalaman dari mereka, kemajuan peradaban masyarakat, Desa, Kecamatan, Kabupaten tergantung kepada orangnya, makanya kita harus menyiapkan generasi yang akan datang, generasi hebat jalurnya melalui jalur pendidikan belajar yang tekun," ungkapnya

Dan dalam kesempatan ini Prof. Dr. Ali Agus sempat bercanda, kata dia Kalau mau masuk UGM itu sangatlah mudah, hanya jalan dan melewati pintu gerbangnya saja, yang disambut ketawa dari para peserta, tapi dikatakan kalau mau belajar di UGM prosesnya ini yang tidak gampang, karena harus berkompetisi dengan seluruh pelajar dari seluruh Indonesia dengan tes khusus tentunya.

Dan dikatakan kalau jumlah pelajar yang tertampung di sana berjumlah 12.000 mahasiswa jadi harus mempersiapkan generasi Harapan Bangsa itu ada 4 menurut dia, badan harus sehat, otaknya harus cerdas dan pintar, karakter harus baik demikian juga harus terampil.

Kemudian berlanjut kepada arahan atau sambutan dari Bupati Wajo  Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si yang menyampaikan bahwa dengan kekuatan dan tekhnik Prof. Ali Agus yang ingin menjadikan Wajo jadi lumbung daging , beliau juga lama belajar di Perancis, sekitar 5 tahun dan dia juga punya suplemen untuk ternak sapi yang bisa dinaikkan berat sapi 1 kilo per harinya.

"Coba kalau dititipkan ke dhuafa dhuafa kita, sapi 5 ekor, maka tiap hari dikasi suplemen sehingga bisa menambah berat 1 kilo per hari dikali 5 ekor sapi berarti bisa menghasilkan 5 kilo per hari, berapa hasil yang didapat jika dikalikan sebulan," jelas Dr. H. Amran Mahmud.

Dikatakan juga kalau Prof. Ali Agus juga ingin mengedukasi kita dj Wajo, makanya ada  MoU Pemkab Wajo dengan UGM, dan malam ini sempat bersama dia menjadi penyemangat bagi adik-adik mahasiswa sekarang ini, dan juga akan mencetak pemimpin-pemimpin nantinya, adek-adek yang semuanya yang belajar disini putra dan putri Wajo, karena adanya kemauan, Kepmawa merupakan wadah untuk belajar, wadah untuk berkonsolidasi, wadah untuk menjadi penyemangat untuk tingkatkan kesuksesan.

"Intinya lima tahun kedepan Wajo kita ingin rubah dalam berbagai aspek, utamanya sumber daya manusianya, sesuai dengan visi Presiden kita, Sumber daya manusia unggul Indonesia maju dan itu hampir sama dengan visi kami, Pemerintahan amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera," terang Bupati Wajo.

Dikatakan kalau Pemerintahan amanah, bersih, Jujur dan betul-betul hanya menjadi pelayan masyarakat, maka insya Allah 5 tahun kedepan masyarakatnya maju, maju ekonominya, pendidikannya, layanannya dan juga infrastrukturnya, makanya 25 program telah siapkan, termasuk jalanan.

"Infrastruktur jalan di Wajo insya Allah kita akan saksikan, bagaimana ruas ruas jalan kita nikmati, agar kita majukan berbagai program, makanya kita berbenah dulu, kondisinya diperbaiki yaitu jalanan, karena bagaimana industri mau masuk kalau jalannya jelek," kata Bupati Wajo.

"Pondasi berikutnya yaitu merubah mindset, kemarin kita telah lihat 150 petani petani milenial yang kita Arahkan untuk dikasih arahan dan pelajaran oleh Balai pengkajian teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, makanya saya minta kepada OPD untuk mengirim tenaga honorernya sebanyak 2 orang untuk ikut masuk Tim work, khususnya peternakan dan pertanian dan akan mendampingi petani-petani kita supaya tingkat pendapatan yang mereka bertambah," Dr. H. Amran Mahmud menambahkan.

Dijelaskan juga kalau keinginannya menata Kota sedikit demi sedikit, hadirkan pariwisata terpadu internasional, dan dikatakan mudah mudahan 2 atau 3 tahun ke depan sudah ada dapat dilihat nanti di Wajo,  sehingga masyarakat tidak perlu keluar lagi untuk rekreasi, supaya roda perekonomian Kabupaten Wajo juga dapat bergerak.

"Kami baru-baru ini ke Bandung di Telkom University, di sana ada komunitas 4nesia, orang-orang Wajo yang ahli digital mendampingi Bandung dan menjadikannya Smart City, makanya saya katakan ke mereka, masa Bandung saja yang dijadikan smart city, jadi kalian juga harus pulang  ke Wajo untuk jadikan Wajo juga sebagai Smart City," harap Bupati Wajo.

Dikatakan kalau sekarang ini muncullah aplikasi yang dibuat oleh mereka dengan nama aplikasi LABACO yang merupakan buatan 4nesia dan ini akan berkembang terus di aplikasi tersebut karena memang juga ingin jadikan Wajo sebagai Smart City.

"Jadi kita tinggal monitor saja di ruangan untuk memantau Wajo dari berbagai aspek, demikian juga OPD nya, kecamatannya, Desa serta Kelurahan dapat dipantau," harap Bupati Wajo.

"Terakhir yang ingin saya katakan, bahwa tidak ada yang instan, tidak ada sesuatu yang seketika terjadi, balik telapak tangan langsung jadi, semua melalui proses dan semangat yang harus dilewati paling tidak ada tiga etos kerja yang harus kita hadirkan, Pertama harus kerja keras, kedua harus kerja kerja cerdas dan yang ketiga harus kerja kerja ikhlas," kata Dr. H. Amran Mahmud diakhir arahannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog dengan mahasiswa Wajo di Aspuri Yogyakarta. (*)

Humas : Pemkab Wajo,
Editor : M.Rusdi, DM.

Dandim 1412/Kolaka Ajak Semua Elemen untuk Ciptakan Kondisi Wilayah yang Aman Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres RI 2019

/ No Comments

KOLAKA, Deteksiplus.com -- Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019, Kodim 1412/Kolaka menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan Pam Pelantikan Presiden dan Wapres 2019 bertempat di Alun-alun 19 Nopember Kel. Lamokato Kec. Kolaka Kab. Kolaka dengan melibatkan unsur  TNI-Polri dan Pemda sejumlah 350 Orang. 

Dandim 1412/Kolaka Letkol Kav Ir.  Amran Wahid, S.T., M.M. selaku Pimpinan Apel dalam arahannya menegaskan kepada seluruh peserta bahwa Tugas pam ini adalah kehormatan dan kebanggaan. Jalankan tugas ini dengan ikhlas dan sungguh-sungguh Insya Allah akan bernilai ibadah karena terkait tugas demi  kemaslahatan bangsa. Junjung tinggi sinergitas dengan semua instansi, tomas, toga, todat, tokoh pemuda dan semua elemen bangsa untuk mengamankan wilayah dalam rangka PAM PELANTIKAN Presiden dan Wapres.TNI POLRI, Pemda dan semua elemen masyarakat agar melaksanakan monitoring wilayah sehingga dapat mengetahui potensi ancaman yang ada. Apabila ada yang ingin menyampaikan aspirasi, agar disampaikan sesuai aturan yang ada.....Unras harus ada ijin dari Polres, penyampaian harus santun dan sopan tanpa anarkis dan mengganggu aktivitas umum….Ungkapnya.

Di akhir amanatnya Dandim mengingatkan kembali kepada semua elemen masyarakat  untuk mensukseskan pelantikan. Bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengecek dan mempersiapkan pasukan dalam tugas Pam Pelantikan Presiden dan Wapres. Untuk seluruh personel yang terlibat Pam agar mempedomani aturan Pam yang sudah ada.Yakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa TNI siap amankan Pelantikan, di wilayah tugas Kodim 1412/Kolaka demi tercipta  kondisi wilayah yang aman dan kondusif…..Tegas Amran. (*)

Laporan : Peltu Naharuddin,
Editor : A2W.

Pemkab Sidrap Ikuti Uji Pektik Pemberian TPP yang Digelar Kemenkeu

/ No Comments

SIDRAP, Deteksiplus.com -- Pemerintah Kabupaten Sidrap mengikuti uji petik dalam rangka pengkajian atas pelaksanaan pemberian tambahan penghasilan PNS Daerah, Kamis (17/10/2019) di Ruang VIP Lantai 1 Gedung Keuangan Negara II, Makassar.

Kegiatan digelar Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tujuannya untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi data serta menjaring masukan dari para pemangku kepentingan.

Dalam acara itu, Pemkab Sidrap mengutus Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Nasruddin Waris, Kabag Organisasi, Erni dan Tim Manajemen Kinerja Kabupaten Sidrap.

Nasruddin mengungkap, Kabupaten Sidrap merupakan salah satu daerah yang menjadi sampel bersama beberapa kabupaten lain di Indonesia.

Dijelaskannya, dalam uji petik tersebut dilakukan wawancara mendalam sekaligus rekon data meliputi jumlah ASN per kelas jabatan, alokasi anggaran TPP dan realisasinya tahun 2018 dan 2019.

"Serta beberapa poin terkait implementasi PP 12 thn 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah khususnya Pasal 58 tentang TPP dan penjelasannya," papar Nasruddin. 

Dalam kegiatan itu dijelaskan bahwa TPP dapat diberikan sesuai kemampuan daerah dengan persetujuan DPRD setelah dikonsultasikan dengan Kementerian Keuangan. 

"Intinya kegiatan ini pihak Kementerian Keuangan menyampaikan masalah terkait TPP sekaligus meminta masukan dan saran terkait pemberian TPP kepada ASN," pungkas Nasruddin. (*)


Laporan : Mansyur Nanno,
Editor : M.Rusdi, DM.