Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan peserta didik, dan tenaga pendidik sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Upacara diikuti oleh seluruh siswa-siswi, serta tenaga kependidikan SMP Negeri 8 Makassar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala SMPN 8 Makassar, Maryamin, S.Pd, M.Pd.
Seluruh rangkaian kegiatan upacara berlangsung tertib, mencerminkan kedisiplinan, serta komitmen warga sekolah dalam menghormati nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Dalam amanatnya, Maryamin menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup di tengah berbagai tantangan zaman.
“Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai panduan moral dan etika yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Pidato tersebut juga menggarisbawahi bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air.
Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman harus terus ditanamkan sejak dini agar mampu membentuk peserta didik yang siap menghadapi dinamika global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Oleh karena itu, sekolah menjadi ruang strategis untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut melalui berbagai kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami berharap, seluruh warga sekolah dapat terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan, integritas, dan nasionalisme, sekolah berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, serta mampu berkontribusi positif bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara di masa depan,” pungkasnya.
Laporan: Sabaruddin
