Acara dimulai dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SD Inpres Layang Bertingkat, Muh.Saleh, S.Pd, M.Pd membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam amanatnya, Muh. Saleh menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memajukan pendidikan.
“Hardiknas bukan sekadar seremonial. Ini momentum untuk kita refleksi dan terus berinovasi demi anak-anak kita. Terima kasih untuk semua guru hebat yang sudah mengabdi dengan hati," tutur Muh Saleh.
Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan berbagai lomba edukatif. Siswa kelas 1-3 mengikuti lomba mewarnai tokoh pendidikan dan baca puisi. Sementara kelas 4-6 unjuk bakat di lomba pidato Bahasa Indonesia, cerdas cermat, dan fashion show baju adat Nusantara. Dan lomba kuliner berbagai masakan khas Makassar dan Bugis. Didalam lomba ini ada tim penilai dari beberapa kepala sekolah di kecamatan Bontoala.
Di tempat terpisah Muh.Saleh mengharapkan siswa-siswi kelas 6 bisa melanjutkan bakat dan minatnya dalam mengelolah kuliner yang terapdate di dunia kuliner umumnya masakan-masakan yang bergizi dan bermanfaat buat kesehatan.
Tidak hanya siswa, para guru juga turut memeriahkan Hardiknas dengan lomba menghias tumpeng antar kelas. Suasana sekolah penuh semangat dan tawa sepanjang acara.
Apresiasi dan Harapan
Sementara itu, siswa kelas 6, merasa senang bisa ikut lomba kuliner dari berbagai daerah di Sulsel antara lain, ada pallu basa, ikan bakar dan lain lain.
"Deg-degan, tapi seru. Aku cerita tentang cita-cita jadi guru biar bisa lanjutin perjuangan Ki Hajar Dewantara,” kata salah seorang siswa yang ikut lomba sambil tersenyum.
Seluruh rangkaian kegiatan Hardiknas di SD Inpres Layang Bertingkat ditutup pukul 11.00 WITA dengan pembagian hadiah dan foto bersama. Pihak sekolah berharap semangat Hardiknas dapat terus hidup dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Laporan: Sabaruddin
