Breaking News

Menu

Mengungkap Kasus Korupsi BPNT di Tahun 2020, Bukti Capaian Polda Sulsel



MAKASSAR, Deteksiplus.com – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini sangat mengapresiasi capaian Polda Sulsel dalam mengungkap penyalahgunaan BPNT yang ada di Sulsel, sehingga penghargaan tersebut di berikan langsung oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini kepada Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, Wakapolda Brigjen C.H Patoppoi, Dirreskrimsus, Helmi Kwarta Kusuma, dan jajaran Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel di Aula Mappaodang Polda Sulsel, Senin, 26/12/2022) lalu.

Seperti  diberitakan sebelumnya, Subdit III Dit Reskrimsus Polda Sulsel berhasil menetapkan 14 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun Anggaran 2020,

Ke 14 orang tersangka tersebut, berasal dari empat kabupaten di Sulawesi Selatan, terdiri dari 14 orang masing-masing 4 orang asal Kabupaten Sinjai, Kabupaten Takalar 6 orang dan Kabupaten Bantaeng 4 orang. Tersangka dari Kabupaten Takalar masing-masing inisial ZN, MR, RY, AM, RA, dan AF dan Kabupaten Bantaeng inisial AF, Z, AM, dan RA. Sementara tersangka dari Kabupaten Sinjai masing-masing inisial AR, IN, AA, dan AI.

Terkait dengan capaian tersebut, Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Helmi Kwarta Kusuma Putra yang  yang ditemui media pers, Senin (26/12/2022) di ruang kerjanya mengatakan, Polda Sulsel mengakui jika semua kasus yang di tangani berdasarkan fakta perbuatan yang dilakukan masing-masing

Menyinggung soal penghargaan, menurut Helmi Kwarta Kusuma Putra,  dengan mendapatkan penghargaan adalah sebagai pembuktian bahwa ia bekerja, lebih fokus pada apa yang menjadi hak yang pertama negara dan hak masyarakat tidak mampu.

Dia menambahkan, Dirkrimsus Polda Sulsel akan bekerja secara maksimal agar masyarakat miskin yang mendapatkan bantuan harus betul-betul sampai ke masyarakat miskin.

Kombes Helmi Kwarta menyinggung soal  bantuan tersebut agar di kembalikan, jika bantuan tersebut tidak mau dikembalikan maka akan di proses secara hukum. 

”BPNT ini bantuan pemerintah dan perhatian pemerintah kepada masyarakat yang dalam tanda petik masyarakat miskin,”  tandasnya. seraya menambahkan, sehingga harus kita kawal.

Dalam kasus ini, lanjutnya, memang melibatkan jumlah masyarakat yang banyak, melibatkan luasan daerah yang luas. Dalam proses pembuktiannya tidak mudah, penyidik itu, harus mulai bottom up (dari bawah keatas). Bagaimana kemudian menggali informasi dari masyarakat penerima manfaat, apakah kemudian mereka sudah menerima bantuan dari pemerintah. Kemudian tepat kuantitas, tepat kualitas dan tepat sasaran.

Untuk itu pelaku korupsi harus di periksa satu persatu, dengan memanggil pelaku korupsi tersebut untuk hadir di kantor Dirkrimsus Polda Sulsel. penyidik diarahkan untuk meluncur ke masing-masing keluarga penerima manfaat. Jadi butuh yang panjang memang, butuh biaya yang besar .

Selain itu, adanya konsisten dan komitmen sehingga harus bisa menunjukkan. Bahwa hak dari masyarakat penerima manfaat harus betul betul-betul tersalurkan.

“Kedepan kita menghimbau agar supaya semua kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat miskin. Jangan lagi di manipulasi, jangan lagi ditilep-tilep yang suka tilep-tilep yang suka korupsi hak orang miskin datang ke saya minta duit gua kasi, dikasi bantuan uang dua ratus ribu rupiah yang nyampe hanya seratus ribu rupiah. Masih mau di makan dimana otaknya itu, jadi yang berkaitan dengan masyarakat miskin kita tidak toleransi bukan cuma bantuan yang ada di Kementrian Sosial, juga yang berkaitan dengan bedah rumah masyarakat miskin. Jangan memakan hak orang miskin.” tegasnya.

Laporan: Sabaruddin
Editor: Rusdi

Post Tags:

No Comment to " Mengungkap Kasus Korupsi BPNT di Tahun 2020, Bukti Capaian Polda Sulsel "

  • To add an Emoticons Show Icons
  • To add code Use [pre]code here[/pre]
  • To add an Image Use [img]IMAGE-URL-HERE[/img]
  • To add Youtube video just paste a video link like http://www.youtube.com/watch?v=0x_gnfpL3RM